Sabtu, 29 Maret 2014

TUGAS BAHASA INDONESIA 2


Silogisme
Silogisme adalah proses berpikir yang bertolak dari satu atau lebih premis, yakni pernyataan-pernyataan yang mendahului kemudian ditarik suatu kesimpulan menurut prinsip-prinisip logis, perlawanan dan pendasaran yang mencukupi. Silogisme merupakan jenis deduksi yang banyak digunakan jika seseorang menyusun suatu argumentasi.

Silogisme Golongan
Pada silogisme jenis ini terdapat dua permis dan satu kesimpulan. Kedua premis tersebut terdiri dari premis umum dan premis khusus atau disebut juga premis mayor dan premis minor.
a. Premis umum menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu memiliki sifat atau hal tertentu.
b. Premis khusus menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang adalah anggota dari golongan tertentu itu.
c. Kesimpulan menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang itu.
Jika dirumuskan:
PU : A = B
PK : C = A
K : C = B
Keterangan:
PU = premis umum
PK = premis khusus
K = kesimpulan
Contoh silogisme golongan
PU: Semua unggas berkembang biak dengan cara bertelur.
PK: Ayam adalah unggas.
K : Ayam adalah petelur.
PU: Semua murid SMAN 1 Balapulang lulus ujian nasional.
PK: Lia adalah murid SMAN 1 Balapulang.
K : Lia lulus ujian nasional.
Silogisme Negatif
Silogisme negatif ditandai dengan adanya penggunaan kata bukan atau tidak pada premis dan kesimpulan. Jika salah satu premis dalam silogisme bersifat negatif, maka kesimpulannya juga bersifat negatif.
Contoh silogisme negatif
PU: Semua siswa SMA Antah Berantah tidak pernah berpikir untuk menggunakan bocoran saat mengerjakan soal ujian nasional.
PK: Sukino adalah siswa SMA Antah Berantah.
K : Sukino tidak pernah berpikir untuk menggunakan bocoran saat mengerjakan soal ujian nasional.
Silogisme yang Salah
Pada suatu argumentasi perlu berhati-hati dalam menggunakan penalaran pada silogisme. Karena jika tidak, maka bisa memunculkan kesalahan ketika menarik kesimpulan. Merumuskan suatu premis harus cermat supaya tidak terjadi kesalahan dalam penarikan kesimpulan. Untuk mencegah kesalahan, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini.
a. Dari dua premis khusus akan membuahkan kesimpulan yang diragukan.
Contoh:
PU: Rombeng diterima sebagai mahasiswa UGM.
PK: Rombeng remaja yang taat beribadah.
K : Remaja yang taat beribadah diterima sebagai mahasiswa UGM. (?)
(semua premis termasuk premis khusus sehingga tidak bisa ditarik kesimpulan)
PU: Semua yang diterima sebagai mahasiswa UGM adalah remaja yang taat rajin menabung.
PK: Rombeng diterima sebagai mahasiswa UGM.
K : Rombeng adalah remaja yang rajin menabung. (?)
b. Dalam premis khusus, A tidak menjadi predikat. C tidak dihubungkan dengan A, melainkan dengan B. Jadi, baik premis umum maupun premis khusus dihubungkan dengan B. Silogisme yang demikian menghasilkan kesimpulan yang tidak dipercaya atau diragukan.
Contoh:
PU: Semua anggota OSIS SMA Antah Berantah adalah siswa yang pandai.
PK: Kustovo Roberto adalah siswa yang pandai.
K : Kustovo Roberto adalah anggota OSIS SMA Antah Berantah. (?)
PU: Semua pejabat adalah orang kaya.
PK: Ayah Klewer adalah orang kaya.
K : Ayah Klewer adalah pejabat. (?)
c. Dari dua premis yang negatif menghasilkan kesimpulan yang diragukan.
Contoh:
PU: Semua tukang becak tidak memerlukan SIM.
PK: Anu bukan tukang becak.
K : Anu memerlukan SIM. (?)
d. Apabila premis umum tidak menyatakan semua anggota golongan, maka akan menghasilkan kesimpulan yang diragukan.
Contoh:
PU: Tidak semua pejabat adalah penjahat.
PK: Gambreng adalah penjahat.
K : Gambreng adalah pejabat. (?)
Entimen 
adalah penalaran deduksi secara langsung.
1.dedi berada di Bandung atau Bali.
dedi berada di Bandung.
Jadi, Aristo tidak berada di Bali.
2.Semua sarjana adalah orang cerdas.
Dian adalah seorang sarjana.
Jadi,Dian adalah cerdas 

Reverensi:
http://yesa0409.blogspot.com/
http://www.limaratus.com/
\

















Penulisan ilmiah
ANALISA PADA RAM
                                                         
Sebagaimana kita ketahui, main memori merupakan penghubung utama antara data dari storage menuju pemrosesan di prosesor. Memori merupakan tempat penyimpanan yang terdapat pada komputer. Kata memori selalu berhubungan dengan physical memori yang menunjukkan chip yang menyimpan data. Beberapa komputer juga menggunakan virtual memory yang memperluas kemampuan pyhsical memori dengan menggunakan harddisk pada komputer. Setiap komputer telah dilengkapi dengan beberapa jenis physical memori, biasanya selalu berhubungan dengan main memori ( memori yang digunakan dalam memproses data ) atau RAM.
Main memori ( memori utama ) dapat dibayangkan sebagai rangkaian box yang tiap boxnya menyimpan sebuah byte informasi. Komputer yang memiliki satu megabyte memori akan dapat menampung satu juta byte ( karakter ) informasi. Memori terdiri dari berbagai tipe yang tercepat aksesnya sampai yang lambat. Tipe yang tercepat adalah cache memori dan main memori, sedangkan yang terlambat adalah sekunder memori. Memori terbuat dari bahan semikonduktor tersedia dalam rentang kecepatan yang luas.
                RAM ( Random Access Memori )
                RAM merupakan singkatan dari Random Access Memori ditemukan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar – besaran oleh intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981.









Tabel 2.1 Kecepatan Memori RAM
Clock Speed
Time per Clock Tick
20 MHz
50 ns
25 MHz
40 ns
33 MHz
30 ns
50 MHz
20 ns
66 MHz
15 ns
100 MHz
10 ns
133 MHz
6 ns

Satuan kecepatan RAM diukur dalam ns ( nano seconds ). Beberapa tahun lalu RAM muncul dengan kecepatan 120, 100 dan 80ns. Sekarang ini kecepatannya telah mencapai 6 ns dan terus bertambah cepat. Dari sinilah perkembangan RAM bermula. Pada awal diciptakan RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77 MHz dengan waktu akses memori ( acess time) sekitar 200 ns ( 1 ns = 10 – 9 detik ). Sekitar tahun 1990 kemajuan sistem operasi seperti windows muncul pada pasaran, saat itulah dimulainya persaingan RAM. Windows pertama dioperasikan pada PC dengan kapastias memori berukuran 4MB dan dapat diamati kemudian menjadi standart saat itu. RAM ( Random Access Memori ) adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan alat memori urut seperti tape magnetic, disk dan drum. Dimana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan. Dalam RAM data dapat dibaca dan ditulis secara acak ( random ) oleh pemakai karena komputer menulis data ke dalam memori secara acak.
Pada saat ini kebanyakan RAM berbentuk chip yang berisi transistor – transistor dalan untai flip – flop yang disebut Metal Oxide SemiConductor RAM ( MOSRAM ), teknologi sebelumnya berbentuk card. Ada dua jenis MOSRAM yaitu RAM statis dan RAM dinamis. Pada RAM dinamis sifatnya kapasitor makin lama makin hilang memorinya. Untuk mencegah hal ini disetiap lokasi memori harus disegarkan kembali ( refresh ) setiap dua mili detik dengan membaca dan menulis kembali. Lain halnya dengan RAM statis tidak perlu dilakukan refresh


Senin, 20 Januari 2014

DAFTAR PUSTAKA DAN ABSTRAKSI

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA


 Allan, Keith & Kate Burridge. 1991. Forbidden Words: Taboo and the Censoring of Language. Cambridge: Cambridge University Press.
 
 Artha, Arwan Tuti. 2009. Pers Kita dan Kebebasan Menggunakan Bahasa. Yogyakarta: Kedaulatan Rakyat.
 Arsih, Farida Yuni. 2010. “Studi Fenomenologis: Kekerasan Kata-Kata (Verbal Abuse) pada Remaja.”Riset Keperawatan. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
 
 Djajasudarma, T. Fatimah. 2006. Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: Reflika Aditama.
 Fauzi, Ma’mun. 2012. “Kekerasan Bahasa.” Diunduh pada tanggal 8 Maret 2012 dari http://mamunalfaqir.blogspot.com/2011/02/plato-plato-lahir-sekitar-427-sm.html?zx=416e10a27083fe77.
 Kurniawati, Heti. 2011. ”Eufimisme dan Disfemia dalam Spigel Online.” Litera. Volume 10, Nomor 1, April 2011, halaman 51-63.
 
Definition and Typology of Violence. Diunduh pada tanggal 8 Maret 2011 dari http://www.who.int/violenceprevention/approach/definition/en/index.html. 
 Kurniawati, Wati & Buha Aritonang. 2010. Kosakata Dominan Surat Kabar Ibukota dalam Kaitannya dengan Pembentukkan Opini Publik. Jakarta: Pusat Bahasa.
 Lueders, Beth J.   2002. ”Emotional   and   Verbal   Abuse”.     Diunduh       pada     tanggal 7 Maret 2011 dari http://www.troubledwith.com/AbuseandAddiction/A000000755.cfm?topic=abuse%20and%20addiction%3A%20physical%20and%20verbal%20abuse
 Leech, G. 1983. Principles of Pragmatics. London: Longman.
 
 Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
 Nababan, P.W.J. 1987. Ilmu Pragmatik (Teori dan Penerapannya). Jakarta: Depdikbud.
 Purnomo, Maslhatif Dwi. 2011. ”Bahasa dan Kekerasan”. Diunduh pada tanggal 7 Maret 2012 dari http://pakarlinguistik.wordpress.com/2011/11/13/bahasa-dan-kekerasan-language-and-violance/
 Sumadiria, A.S. Haris. 2006. Jurnalistik Indonesia. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
 Suparmo, Artini. 2008. “Bahasa di Media Massa Bisa Jadi Pemicu Kekerasan”. Diunduh pada tanggal 7 Maret 2012 dari http://pwi.or.id/index.php/Berita-PWI/Bahasa-di-Media-Massa-Bisa-Jadi-Pemicu-Kekerasan.html
 Trianto, Agus. 2008. “Telaah Sarkasme Judul Berita Surat Kabar”. Makalah disampaikan pada kongres internasional IX bahasa Indonesia di Jakarta, 28 Oktober – 1 November 2008.
 Wijana, I Dewa Putu. (1996). Dasar-Dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi.
 Winarno, Sugeng. 2008. ”Kekerasan Verbal dalam Acara Komedi Televisi.” Publica, Vol.IV, No. 1, Januari 2008, halaman 16-22.
 Zamzani, dkk. 2011. ”Pengembangan Alat Ukur Kesantunan Bahasa Indonesia dalam Interaksi Sosial Bersemuka”. Litera, Volume 10, Nomor 1, April 2011, halaman 35-50.
http://sidicq.wordpress.com/2012/10/09/contoh-contoh-daftar-pustaka-yang-baik-dan-benar/




ABSTRAKSI

Abstrak adalah bagian ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari suatu pembahasan yang akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk me­mahami uraian yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan atau artikel ilmiah) terutama untuk memahami ide-ide per­masalahannya. Dari abstrak, pembaca dapat mengetahui jalan pikiran penulis laporan/artikel ilmiah tersebut dan mengetahui gambaran umum tulisan secara lengkap.


Biasanya abstrak ditempatkan di awal suatu laporan/artikel ilmiah dengan tujuan agar pembaca yang mempunyai waktu relatif sedikit cukup hanya dengan membaca abstraknya untuk memahami suatu karya ilmiah secara umum. Dalam artikel ilmiah, abstrak ditulis setelah judul dan nama pengarang yang diketik satu spasi. Untuk itulah, penulisan abstrak harus dapat mewakili isi karangan ilmiah secara keseluruhan, mulai dari latar belakang, metode, dan hasil penelitian.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam membuat abstrak. yaitu:
Abstrak harus dapat menjadi penghubung antara pemikiran pembaca dengan penulis tentang lingkup materi yang diungkapkan di dalam suatu karangan ilmiah;
Abstrak harus dapat mengungkapkan keseluruhan isi materi yang diuraikan secara lengkap di dalam suatu karangan ilmiah;
Abstrak harus dapat menuntun pembaca (mengondisikan pembaca) terhadap uraian materi secara lengkap;
Abstrak merupakan ide pokok suatu uraian sehingga abstrak harus dapat membuat pembaca tertarik dan tendorong rasa ingin tahunya untuk membaca uraian materi yang lebih lengkap dari suatu laporan penelitian/artikel ilmiah.

Pengertian Abstrak

Abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan.

Manfaat Abstrak

Manfaat abstrak adalah membantu pembaca agar dengan cepat dapat memperoleh gambaran umum mengenai proyek akhir yang akan dikerjakan. Abstrak berisi tentang motivasi, perumusan masalah, tujuan, metode/pendekatan, serta hasil yang diharapkan. Masksimum terdiri dari 300 kata, tidak boleh menulisakan referensi dan diikuti dengan kata kunci atau keyword minimum 3 kata kunci

Contoh Abstrak

Penelitian ini bertujuan merancang suatu Aplikasi SMS untuk pendukung layanan informasi perkuliahan di Universitas Muslim Indonesia di Fakultas Ilmu Komputer jurusan Teknik Informatika kota Makassar terutama dalam pengelolahan layanan informasi perkuliahan yang berbasis Mobile Technology.
Cara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan pengumpulan data yang berhubungan dengan pelayanan informasi perkuliahan di Universitas Muslim Indonesia kota Makassar, membuat pemodelan sistem dengan menggambarkannya menggunakan bagan alir sistem dan diagram arus data (DAD),  merancang sebuah aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman PHP dan databasenya menggunakan MySQL, di bantu dengan proyek aplikasi Gammu yang menjembatani sistem komputer dengan Handphone dan implementasi sistem.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sistem komputerisasi dengan berbasiskan database yang berbasis Mobile Technology dapat membantu pelayanan informasi perkuliahan pada Universitas Muslim Indonesia Kota Makassar, Insya Allah dengan Aplikasi SMS untuk Pendukung Layanan Informasi Perkuliahan di Universitas Muslim Indonesia kota Makassar yang telah dirancang penulis, dapat membantu mempermudah pemberian Infomasi perkuliahan.

Kata kunci : aplikasi, sistem informasi, pendukung layanan perkuliahan, berbasis web, Mobile Technology.
http://www.gundar.agarirs.com/2013/01/pengertian-manfaat-dan-contoh-abstrak.html

http://belajarpsikologi.com/abstrak-contoh-abstrak-penelitian/

DAFTAR PUSTAKA DAN ABSTRAKSI


DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA


 Allan, Keith & Kate Burridge. 1991. Forbidden Words: Taboo and the Censoring of Language. Cambridge: Cambridge University Press.
 
 Artha, Arwan Tuti. 2009. Pers Kita dan Kebebasan Menggunakan Bahasa. Yogyakarta: Kedaulatan Rakyat.
 Arsih, Farida Yuni. 2010. “Studi Fenomenologis: Kekerasan Kata-Kata (Verbal Abuse) pada Remaja.”Riset Keperawatan. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
 
 Djajasudarma, T. Fatimah. 2006. Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: Reflika Aditama.
 Fauzi, Ma’mun. 2012. “Kekerasan Bahasa.” Diunduh pada tanggal 8 Maret 2012 dari http://mamunalfaqir.blogspot.com/2011/02/plato-plato-lahir-sekitar-427-sm.html?zx=416e10a27083fe77.
 Kurniawati, Heti. 2011. ”Eufimisme dan Disfemia dalam Spigel Online.” Litera. Volume 10, Nomor 1, April 2011, halaman 51-63.
 
Definition and Typology of Violence. Diunduh pada tanggal 8 Maret 2011 dari http://www.who.int/violenceprevention/approach/definition/en/index.html. 
 Kurniawati, Wati & Buha Aritonang. 2010. Kosakata Dominan Surat Kabar Ibukota dalam Kaitannya dengan Pembentukkan Opini Publik. Jakarta: Pusat Bahasa.
 Lueders, Beth J.   2002. ”Emotional   and   Verbal   Abuse”.     Diunduh       pada     tanggal 7 Maret 2011 dari http://www.troubledwith.com/AbuseandAddiction/A000000755.cfm?topic=abuse%20and%20addiction%3A%20physical%20and%20verbal%20abuse
 Leech, G. 1983. Principles of Pragmatics. London: Longman.
 
 Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
 Nababan, P.W.J. 1987. Ilmu Pragmatik (Teori dan Penerapannya). Jakarta: Depdikbud.
 Purnomo, Maslhatif Dwi. 2011. ”Bahasa dan Kekerasan”. Diunduh pada tanggal 7 Maret 2012 dari http://pakarlinguistik.wordpress.com/2011/11/13/bahasa-dan-kekerasan-language-and-violance/
 Sumadiria, A.S. Haris. 2006. Jurnalistik Indonesia. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
 Suparmo, Artini. 2008. “Bahasa di Media Massa Bisa Jadi Pemicu Kekerasan”. Diunduh pada tanggal 7 Maret 2012 dari http://pwi.or.id/index.php/Berita-PWI/Bahasa-di-Media-Massa-Bisa-Jadi-Pemicu-Kekerasan.html
 Trianto, Agus. 2008. “Telaah Sarkasme Judul Berita Surat Kabar”. Makalah disampaikan pada kongres internasional IX bahasa Indonesia di Jakarta, 28 Oktober – 1 November 2008.
 Wijana, I Dewa Putu. (1996). Dasar-Dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi.
 Winarno, Sugeng. 2008. ”Kekerasan Verbal dalam Acara Komedi Televisi.” Publica, Vol.IV, No. 1, Januari 2008, halaman 16-22.
 Zamzani, dkk. 2011. ”Pengembangan Alat Ukur Kesantunan Bahasa Indonesia dalam Interaksi Sosial Bersemuka”. Litera, Volume 10, Nomor 1, April 2011, halaman 35-50.
http://sidicq.wordpress.com/2012/10/09/contoh-contoh-daftar-pustaka-yang-baik-dan-benar/



ABSTRAKSI

Abstrak adalah bagian ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari suatu pembahasan yang akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk me­mahami uraian yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan atau artikel ilmiah) terutama untuk memahami ide-ide per­masalahannya. Dari abstrak, pembaca dapat mengetahui jalan pikiran penulis laporan/artikel ilmiah tersebut dan mengetahui gambaran umum tulisan secara lengkap.


Biasanya abstrak ditempatkan di awal suatu laporan/artikel ilmiah dengan tujuan agar pembaca yang mempunyai waktu relatif sedikit cukup hanya dengan membaca abstraknya untuk memahami suatu karya ilmiah secara umum. Dalam artikel ilmiah, abstrak ditulis setelah judul dan nama pengarang yang diketik satu spasi. Untuk itulah, penulisan abstrak harus dapat mewakili isi karangan ilmiah secara keseluruhan, mulai dari latar belakang, metode, dan hasil penelitian.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam membuat abstrak. yaitu:
Abstrak harus dapat menjadi penghubung antara pemikiran pembaca dengan penulis tentang lingkup materi yang diungkapkan di dalam suatu karangan ilmiah;
Abstrak harus dapat mengungkapkan keseluruhan isi materi yang diuraikan secara lengkap di dalam suatu karangan ilmiah;
Abstrak harus dapat menuntun pembaca (mengondisikan pembaca) terhadap uraian materi secara lengkap;
Abstrak merupakan ide pokok suatu uraian sehingga abstrak harus dapat membuat pembaca tertarik dan tendorong rasa ingin tahunya untuk membaca uraian materi yang lebih lengkap dari suatu laporan penelitian/artikel ilmiah.

Pengertian Abstrak

Abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan.

Manfaat Abstrak

Manfaat abstrak adalah membantu pembaca agar dengan cepat dapat memperoleh gambaran umum mengenai proyek akhir yang akan dikerjakan. Abstrak berisi tentang motivasi, perumusan masalah, tujuan, metode/pendekatan, serta hasil yang diharapkan. Masksimum terdiri dari 300 kata, tidak boleh menulisakan referensi dan diikuti dengan kata kunci atau keyword minimum 3 kata kunci

Contoh Abstrak

Penelitian ini bertujuan merancang suatu Aplikasi SMS untuk pendukung layanan informasi perkuliahan di Universitas Muslim Indonesia di Fakultas Ilmu Komputer jurusan Teknik Informatika kota Makassar terutama dalam pengelolahan layanan informasi perkuliahan yang berbasis Mobile Technology.
Cara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan pengumpulan data yang berhubungan dengan pelayanan informasi perkuliahan di Universitas Muslim Indonesia kota Makassar, membuat pemodelan sistem dengan menggambarkannya menggunakan bagan alir sistem dan diagram arus data (DAD),  merancang sebuah aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman PHP dan databasenya menggunakan MySQL, di bantu dengan proyek aplikasi Gammu yang menjembatani sistem komputer dengan Handphone dan implementasi sistem.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sistem komputerisasi dengan berbasiskan database yang berbasis Mobile Technology dapat membantu pelayanan informasi perkuliahan pada Universitas Muslim Indonesia Kota Makassar, Insya Allah dengan Aplikasi SMS untuk Pendukung Layanan Informasi Perkuliahan di Universitas Muslim Indonesia kota Makassar yang telah dirancang penulis, dapat membantu mempermudah pemberian Infomasi perkuliahan.

Kata kunci : aplikasi, sistem informasi, pendukung layanan perkuliahan, berbasis web, Mobile Technology.
http://www.gundar.agarirs.com/2013/01/pengertian-manfaat-dan-contoh-abstrak.html

Rabu, 20 November 2013

TUGAS BAHASA INDONESIA
NAMA                                  :RIKO SAPUTRA
KELAS                                    :3KB04
NPM                                      :26111215


1.    1.  Alinea
·         Pengertian alinea?
merupakan kumpulan suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi dan lebih luas dari pada kalimat. Alenia merupakan kumpulan kalimat, tetapi kalimat yang bukan sekedar berkumpul, melainkan berhubungan antara yang satu dengan yang lain dalam suatu rangkaian yang membentuk suatu kalimat, dan juga bisa disebut dengan penuangan ide penulis melalui kalimat atau kumpulan alimat yang satu dengan yang lain yang berkaitan dan hanya memiliki suatu topic atau tema. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat.
·         Macam-macam alinea?
Berdasarkan sifat dan tujuannya, alinea dapat dibedakan menjadi :
1.                                    Alinea Pembuka
Alinea Penghubung
Alinea Penutup
                        Berdasarkan sifat isinya, alinea dapat dibedakan menjadi :
1.                              Alinea persuatif
2.                              Alinea argumentatif
                        Alinea naratif
3.                              Alinea deskriptif
Alinea ekspositoris
Berdasarkan fungsi, alinea dapat dibedakan menjadi :
1.                                      Alinea Pembuka
2.                                      Alinea Pengembang
Alinea Penutup
·         Syarat-syarat pembentukan alinea?
 Adapun syarat - syarat dari alinea yaitu :

.Kesatuan, maksudnya semua kalimat yang membina alinea itu secara bersama-sama menyatakan satu hal suatu hal tertentu.
.Koherensi, (kekompakan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang lain yang membentuk alinea itu).
.Perkembangan alinea, (perkembangan alinea adalah penyusunan/ perician daripada gagasan-gagasan yang membina alinea-alinea itu)
.Efektif, dengan penggunaan kalimat yang efektif, maka ide akan disampaikan secara tepat.
·         Macam dan cara menempatkan kalimat topik?
KALIMAT  TOPIK
Gagasan atau pendapat dapat dikemukakan secara lisan dan tertulis. Pada prinsipnya penyampaian gagasan atau pendapat secara lisan dan tulis hampir tidak berbeda. Dalam mengemukakan pendapat diperlukan rumusan ide pokok yang jelas dan ide pendukung yang memadai. Mengemukakan pendapat secara tertulis dalam bentuk paragraf-paragraf perlu menggunakan cara pengaturan ide pokok dan ide pendukung yang baik. Untuk itu ikutilah tahap-tahap cara mengemukakan pendapat secara tertulis


·         Macam-macam kalimat topik
Berdasarkan letak kalimat utamanya
Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. Contoh:
Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru.
Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. Paragraf induktif dapat dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu generalisasi, analogi, dan kausalitas.
Generalisasi adalah pola pengembangan paragraf yang menggunakan beberapa fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. Contoh:
Setelah karangan anak-anak kelas tiga diperiksa, ternyata Ali, Toto, Alex, dan Burhan, mendapat nilai delapan. Anak-anak yang lain mendapat nilai tujuh. Hanya Maman yang enam dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Oleh karena itu, boleh dikatakan anak-anak kelas tiga cukup pandai mengarang.
2.       2 .Perkembangan alinea
·         Metode perkembangan alinea
METODE PENGEMBANGAN ALINEA
a.         Metode Definisi
Yang dimaksud dengan definisi adalah usaha penulis untuk menerangkan pengertian/konsepistilah tertentu. Untuk dapat merumuskan definisi yang jelas, penulis hendaknya memperhatikan klasifikasi konsep dan penentuan cirri khas konsep tersebut. Satu hal yang perlu diingat dalam membuat definisi, kita tidak boleh mengulang kata atau istilah yang kita definisikan di dalam teks definisi itu.
b.         Metode Proses
Sebuah paragraf dikatakan memakai metode proses apabila isi alinea menguraikan suatu proses. Proses ini merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Bila urutan atau tahap – tahap kejadian berlangsung dalam waktu yang berbeda, penulis harus menyusunnya secara runtut (kronologis). Banyak sekali peristiwa atau kejadian yang prosesnya berbeda satu sama lainnya. Proses kerja suatu mesin , misalnya, tentu berbeda sangat jauh dengan proses peristiwa sejarah.
c.          Metode Contoh
  Dalam karangan ilmiah, contoh dan ilustrsi selalu ditampilkan. Contoh-contoh terurai, lebih-lebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus disusun berbentuk paragraf.
d.         Metode Sebab-Akibat
Metode sebab-akibat atau akibat-sebab (kausalitas) dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya, atau sebaliknya. Factor yang terpenting dalam metode kausalitas ini adalah kejelasan dan kelogisan. Artinya, hubungan kejadian dan penyebabnya harus terungkap jelas dan informasinya sesuai dengan jalan pikiran manusia. Metode kausalitas atau sebab-akibat umumnya tampil di tengah karangan yang berisi pembahasan atau analisis. Sifat paragrafnya argumentative murni atau dikombinasikan dengan deskriptif ata eksposisi.
e.         Metode Perbandingan
Kalimat topik berisi perbandingan dua hal, misalnya yang bersifat abstrak dengan yang bersifat kongkret. Kalimat topik tersebut dikembangkan dengan memperinci perbandingan tersebut dalam bentuk yang lebih detail.

3.       Berilah sebuah artikel bebas/ilmiah kemudian tentukan ide pokok nya setiap alinea tersebut
“Pertamina Ajak Anak Rawat Gigi”, mengapa pertamina mengajak anak-anak untuk merawat gigi? Karna masih banyak fakta bahwa masyarakat masih menganggap sepele, karna memeiliki gigi rusak masih dianggap sebagian besar masyarakat itu wajar.
Sedangkan yang kita ketahui juga banyak sekali fakta dan kejadian bahwa masih banyak orang yang mengeluh akan kesehatan giginya, contoh dari gigi sensitif yang tidak tahan dengan minuman dingin dan sebagainya, adapula yang sampai berlubang dan tidak enak ketikan sedang mengunyah makanan. Dari sekian banyak kejadian tersebut dengan artikel yang saya dapat ini, memang sangatlah perlu kita merawat gigi.
Dan dalam kegiatan ini harapan akan timbul mulai dari sekarang menjaga dan memelihara gigi secara rutin, pada penyuluhan yang dilakukan oleh Pertamina ini juga diawali dengan penyerahan simbolis alat kesehatan, alat peraga dan sikat gigi. Kegiatan pun diisi dengan penyuluhan kesehatan gigi pada anak-anak, dan dengan acara ini sangatlah bermanfaat bagi anak-anak, dan juga semoga Pertamina tidak ada bosan untuk selalu memberikan peyuluhan seperti ini.

              TUGAS 

         BAHASA INDONESIA

NAMA                  :RIKO SAPUTRA
KELAS                    :3KB04
NPM                      :26111216


1.       apa itu two’s complemen?
Di dalam metode komplemen dua, bilangan negatif direpresentasikan dengan cara menambahkan satu pada bentuk komplemen satu dari suatu bilangan positif. Di dalam metode komplemen dua, hanya ada satu bilangan nol (00000000).Misalnya, bentuk komplemen satu dari 00101011 (43) adalah 11010100 (−43). Bentuk komplemen duanya adalah: 11010100 + 1 = 11010101

2.    bentuk umum two’s complemen?
a) 111000 - 110011 = 111000 + (-110011) = 111000 + 001101 = 1000101 jika hasilnya dibuat menjadi 6 bit maka  000101 (-8-(-13)=5)
b) 11001100 - 00101110 = 11001100+(-00101110)=11001100+11010010=1010011110 jika dibuat 8 bit maka 10011110 (-52-46=-98)
c) 111100001111-110011110011=111100001111+001100001101=1001000011100 jika di buat 12 bit maka 001000011100 (-241-(-781)=540)
d)11000011-11101000=11000011+00011000 = 11011011 (-61-(24)=-37

3.    berikan contoh two’complemen?
1. Mencari bilangan bertanda - 50  (16 bit)
             50 D     =            0000 0000 0011 0010 B
  One’s complement       1111 1111 1100 1101 B
                                                                                                              1
                                                                                                                                                    +
 Two’s complement                                                                       1111 1111 1100 1110  B   =    - 50 D
2. Mencari bilangan bertanda - 113  (16 bit)
             113 D     =            0000 0000 0111 0001 B
       One’s complement      1111 1111 1000 1110 B
                                               1
   Two’s complement       1111 1111 1000 1111  B   = - 113 D






4.    apa itu gerbang kombinasional dan tuliskan contohnya?
logika atau sering juga disebut gerbang logika Boolean merupakan sebuah sistem pemrosesan dasar yang dapat memproses input-input yang berupa bilangan biner menjadi sebuah output yang berkondisi yang akhirnya digunakan untuk proses selanjutnya. Gerbang logika dapat mengkondisikaninput – input yang masuk kemudian menjadikannya sebuah output yang sesuai dengan apa yang ditentukan olehnya. Terdapat tiga gerbang logika dasar, yaitu : gerbang AND, gerbang OR, gerbang NOT. Ketiga gerbang ini menghasilkan empat gerbang berikutnya, yaitu : gerbang NAND, gerbang NOR, gerbang XOR, gerbang XAND.

                        contoh gerbang kombinasional.
·         Half Adder (2 bit)
http://agustinsetyowati.files.wordpress.com/2011/04/a.jpg?w=300&h=131

·         Adapun tabel kebenarannya adalah sebagai berikut :

http://agustinsetyowati.files.wordpress.com/2011/04/b.jpg?w=300&h=139

·         Rangkaian Full adder
http://agustinsetyowati.files.wordpress.com/2011/04/c.jpg?w=300&h=116
·         Adapun Tabel kebenaran dari rangkaian Full Adder  :
http://agustinsetyowati.files.wordpress.com/2011/04/d.jpg?w=300&h=168

5.    Pada register ,half adder,full adder,half subractor, full subractor  berikan penjelasan?
·         Register.
sejumlah kecil memori komputer  yang bekerja dengan kecepatan sangat tinggi yang digunakan untuk melakukan eksekusi terhadap program-program komputer dengan menyediakan akses yang cepat terhadap nilai-nilai yang umum digunakan.
·         Half adder
merupakan rangkaian elektronika yang bekerja melakukan perhitungan penjumlahan dari 2 buah bilangan biner, yang masing-masing terdiri dari  1 bit.
·         Full adder
rangkaian elektronik yang bekerja melakukan perhitungan penjumlahan sepenuhnya dari dua buah bilangan binary, yang masing-masing terdiri dari satu bit. Rangkaian ini memiliki tiga input dan dua buah output, salah satu input merupakan nilai dari pindahan penjumlahan, kemudian sama seperti pada half adder salah satu outputnya dipakai sebagai tempat nilai pindahan dan yang lain sebagai hasil dari penjumlahan.


·         Half subractor
rangkaian pengurangan sistem bilangan biner yang paling sederhana, karena hanya dapat digunakan untuk operasi pengurangan data bilangan biner sampai 1 bit saja. rangkaian ini memiliki 2 terminal input (a dan b) dan 2 terminal output (difference dan borrow)
·         Full subractor
 rangkaian yang digunakan untukn pengurangan bilangan-bilangan  biner yang lebih dari 1 bit. rangkaian ini terdiri dari 3 terminal input (a, b, dan carry-in) dan 2 terminal output (difference dan borrow). rangkaian full subtractor dibentuk dari 2 buah rangkaian half subtractor